KARYA ILMIAH ANALISIS NOVEL “SURAT KECIL UNTUK TUHAN”
ANALISIS NOVEL “SURAT KECIL UNTUK
TUHAN”
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum.
Wr wb
Puji
syukur kami panjatkan ke hadirat Allah swt. Berkat rakhmat dan karunia-Nya,
Saya (Elsya Yunita) sebagai penyusun Analisis unsur intrinsik novel “Surat
Kecil untuk Tuhan” akhirnya berhasil membuat makalah ini dengan lancar
dan Baik.
Makalah
ini Berisi tentang analisis unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik novel yang
berjudul “Surat kecil untuk Tuhan”. Diantaranya Tema, penokohan, Latar/setting,
Nilai Budaya, Nilai Sosial dan sebagainya. Menceritakan seorang remaja yang
berjuang melawan penyakit yang dideritanya yaitu Kanker. Dia
bernama gita sessa wanda cantika atau biasa dipanggil “Keke”. Karya ini ditulis
oleh Agnes Davonar melalui blog,dan banyak Orang yang berkunjung dalam blog
tersebut. Sehingga, dibuatlah suatu karya melalui novel dan dipersebar luaskan
ke penjuru di negara ini.
Saya,selaku
penyusun makalah ini berharap,semua dapat mendukung kebijakan ini.
Selanjutnya,kepada
para guru & siswa saya ucapkan selamat membaca dan manfaatkan makalah
Ini
sebaik-baiknya. Saya menyadari bahwa Analisis ini masih perlu ditingkatkan
mutunya.
Wassalamualaikum.
Wr wb
Penyusun
FERDINAN SILABAN
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
2. Tujuan
BAB
II ANALISIS NOVEL
A. Unsur
Intrinsik
1. Tema
2. Alur
3. Tokoh
4. Penokohan
5. Amanat
6. Latar
7. Sudut
Pandang
B. Unsur
Ekstrinsik
1. Nilai
Agama
2. Nilai
Moral
3. Nilai
Sosial
4. Nilai
Budaya
BAB
III SINOPSIS
BAB
IV KESIMPULAN
BIOGRAFI
PENGARANG
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I. PENDAHULUAN
Karya
sastra menawarkan sebuah potret kenyataan yang bisa menjadi bahan perenungan
bagi penikmatnya. Karya sastra memuat gambaran realitas yang ada. Sastra dan
masyarakat pada gilirannya berada dalam kaitan dialektis. Meskipun demikian,
sastra lebih banyak ditentukan oleh masyarakat daripada menentukannya (Ratna,
2005: 268). Oleh sebab itu, pengarang memiliki keterkaitan dengan keaadaan
realitas atau sosial masyarakat dalam menciptakan karya sastra. Hal ini terjadi
karena penyair merupakan bagian dari mobilitas sosial dan sastra merupakan
refleksi dari potret kehidupan masyarakat.
1. Latar
Belakang
Potret
kehidupan inilah yang memicu lahirnya sebuah novel Surat Kecil Untuk Tuhan.
Cerita dalam novel ini merupakan kisah hidup nyata dari seorang Gita Sesa Wanda
Cantika atau Keke dalam mempertahankan hidupnya. Ia terserang kanker jaringan
lunak pertama di Indonesia, oleh sebab itu belum ada obat mujarab yang dapat
mengobatinya. Ia telah menjalani berbagai terapi, tapi takdirnya untuk mati
muda tetap terjadi. Ia beruntung karena tinggal bersama ayah yang selalu
menyayangi dan menyemangatinya, hingga ia menjadi gadis yang tegar. Selain itu
peran kedua kakak lelakinya, keenam sahabatnya, juga Andy kekasihnya tidak
pernah lengah untuk terus memberikan perhatian padanya. Keke tidak pernah
menyerah dalam menjalankan hidupnya, ketika ia sakit dengan wajah yang
mengerikan ia tetap menjalankan aktivitas belajar di sekolah seperti anak
normal. Ia bahkan ikut ujian nasonal. Ia juga menjadi salah satu murid terpandai
di sekolah. Nilai ujiannya pun terbaik di SMA, hingga penghargaan dari Megawati
Soekarno Puteri yang kala itu menjadi presiden didapatkannya. Hal itu sebagai
kenangan terakhir yang ia persembahkan untuk ayahnya dan orang-orang yang
disayanginya.
Kisah dalam novel ini menceritakan secara detail perjuangan Keke pada detik-detik terakhir hidupnya. Kisah haru yang di dominasi oleh tokoh utama yang tegar dan inspiratif bagi teman-temannya ini membuat peristiwa dalam novel ini menarik. Kekuatan karakter tokoh utama dalam membangun alur dalam novel ini menarik.
Kisah dalam novel ini menceritakan secara detail perjuangan Keke pada detik-detik terakhir hidupnya. Kisah haru yang di dominasi oleh tokoh utama yang tegar dan inspiratif bagi teman-temannya ini membuat peristiwa dalam novel ini menarik. Kekuatan karakter tokoh utama dalam membangun alur dalam novel ini menarik.
Novel Surat Kecil Untuk Tuhan layak untuk dianalisis kepopulerannya. Hal ini dikarenakan kesuksesan novel tersebut dalam menarik perhatian pembaca di Indonesia. Cerita ini dahulu ditulis dalam blogger dan banyak dikunjungi pembaca hingga dua juta banyaknya pembaca. Akhirnya buku ini oleh Inandra publisher dibiayai menjadi sebuah novel. Pada juli 2008 novel ini pertama kali dibuat atau diterbitkan dan terus mengalami cetak ulang yaitu; tiga kali cetak pada tahun 2008, dua kali cetak pada 2009, dua kali cetak pada 2010, dan empat kali cetak pada 2011. Pada tahun 2011 pula novel tersebut diangkat ke dalam sebuah film layar lebar dan berhasil menarik penonton lebih dari lima puluh ribu orang di Indonesia. Film yang diangkat dari novel ini juga diputar hingga di Malaysia dan Singapura. Melihat begitu antusiasnya pembaca terhadap novel Surat Kecil Untuk Tuhan, maka analisis pembaca atau reader respon menjadi pendekatan yang tepat untuk meneliti novel ini.
2. Tujuan
Mampu menggambarkan dengan jelas
harapan dan impian keke. Yang digambarkan melalui surat yang ingin keke
sampaikan kepada Tuhan.
BAB II. ANALISIS NOVEL
A. Unsur
Instrinsik
1. Tema
Perjuangan
seorang Remaja melawan penyakit kanker Ganas (Rabdomiosarcoma),
tetapi memiliki semangat untuk Hidup.
2. Alur
Alur : maju
Tahapan
alur :
a.
Pengenalan
Keke
adalah seorang anak yang cantik dan pandai, ia suka bermain volley. Ia juga
memiliki banyak kawan dan tentunya memiliki keluarga yang bahagia walaupun ayah
dan ibunya telah berpisah, namun ia selalu bahagia dengan apa yang ia miliki.
b.
Pemunculan Konflik
Kak
Kiki kakaknya Keke menderita sakit mata, memang pada saat itu sakit mata sedang
banyak menyerang siswa disekolah Keke. Dan pada saat itu juga ternyata Keke
tertular penyakit mata itu, sehingga mata Keke membengkak. Awalnya memang
bengkak biasa, namun lama kelamaan bengkak itu makin membesar sampai wajah
Kekepun ikut membesar. Dan dokterpun memvonis bahwa Keke mengidap penyakit
kanker jaringan lunak yang amat ganas.
c.
Konflik Memuncak
Lama-lama
kanker itu mulai melemahkan Keke, tapi ayah Keke terus berusaha untuk
menyembuhkan Keke. Setelah melakukan pengobatan alternatif kesana kemari,
keadaan Keke tak kunjung membaik. Hingga akhirnya Keke bertemu dengan seorang
profesor yang hebat. Kemudian Keke melakukan pengobatan kemoterapi. Kemoterapi
ini berhasil, walaupun Keke harus meraskan dingin dan rambutnya yang
berguguran.
d.
Penurunan Konflik
Kanker
tersebut sempat hilang, namun kanker itu datang kembali dan semakin menyebar.
Namun ayah Keke terus berusaha. Disisi lain Keke terus berusaha untuk
membahagiakn orang disekitarnya. Ia pun mulai menyadari bahwa hidupnya takkan
lama lagi. Ia makin rajin belajar karna ia ingin tetap belajar pada detik-detik
terakhir dihidupnya.
e.
Penyelesaian
Setelah
berusaha sedemikian kerasnya dengan tak ada hasil, maka ayah Keke mulai
merelakan Keke jika Keke harus pergi meninggalkannya. Saat Keke dirawat di
rumah sakit, Keke sempat koma untuk beberapa lama, dan sempatterbangun dari
komanya. Namun setelah itu ia kembali tertidur dengan tenang untuk selamanya.
Ayah dan keluarga yang lain telah merelakan kepergian Keke. Dan pada saat Keke
memejamkan mata, seluruh ruangan rumah sakit tempat dimana Keke dirawat harum
bunga melati.
3. Tokoh
- Keke
- Ayah
Keke
- Andi
- Pak
Iyus
- Sahabat-sahabat
Keke (Fadha, Maya, Shifa, Ida, Andhini)
- Bibi
- Kak
Kiki
- Angel
- Dr.
Adi Kusuma
- Prof.
Mukhlis
4. Penokohan
~
Keke (Tokoh utama yang Berperan Sebagai “Aku”) :
Seorang
remaja yang aktif,cerdas,dan percaya diri.memiliki keinginan dan cita-cita
dirinya sendiri,walau hidupnya tidak akan lama lagi.
“Satu Lagi
kebiasaanku setiap pulang sekolah sambil menunggu ayah selesai bekerja di
kantor sekolah. Aku Sering ikut ekstrakulikuler volley dengan kakak-kakak kelas
dan kedua kakakku. Selain itu, aku juga suka ikut membantu mereka untuk membuat
Mading (Majalah Dinding). Kemudian aku diarahkan oleh kakak kelasku menjadi
team Kreatif MADING karena kata mereka aku berbakat menggambar dan daya
imajinasiku tinggi. Bagitu kata mereka.”
~
Ayah Keke (Dalam cerita Disebut “Ayah”) :
Seorang
ayah yang bijaksana dan perhatian kepada ketiga Anaknya.
“Aku
menolak di gigitan kedua, tetapi ayah dengan setia berada disampingku dan terus
memberikan dukungan kepadaku sambil merayuku untuk memakan obat-obat herbal
tersebut. ’Ayo, Keke…Dimakan sayang… kan kamu mau sembuh. Kita berangkat umroh
sama-sama nanti kalau kamu Sembuh. Nanti di tanah suci kita bersyukur kepada Allah
karena kamu diberikan kesehatan. Kamu mau kan sayang…??? Kata Ayah’
“
~
Andi :
Pehatian
dan Penyayang.
“Keke, Andi tau kamu marah terhadap keadaan! Tapi bukanlah menyiksa diri
seperti ini bukanlah Keke yang sesungguhnya?! Keke yang sesungguhnya adalah
orang yang Andi cintai dan seorang gadis yang tabah. Keke yang Andi cintai
adalah putri yang selalu tersenyum dan riang dalam keadaan apapun! “ Ujar Andi.
~
Pak Iyus :
Sangat
setia pada keluarga Keke.Baik penyabar, perhatian terhadap Keke.
“Kamu tenang aja, Ke…. Nggak usah khawatir. Ada ayah, ada kak Chika, ada kak
Kiki dan ada Pak Iyus yang nemenin kamu kemana aja. Pokoknya kamu tenang aja….
Mendingan kita lanjutkan makan kita ini, oke?” Ujar pak Iyus sambil mengajakku
bercanda.
~
Sahabat-Sahabat Keke. (Fadha, Maya, Shifa, Ida, Andhini)
Baik,
setia menemani Keke Disaat-saat terakhir Keke baik, setia Kawan.
“Hal
pertama yang kulakukan ketika aku kembali ke bangku sekolahku, yaitu,
kuletakkan tanganku dan kusentuh dengan jariku. Rasa lembut meja cokelat ini
nyaris telah kulupakan. Fadha dan Sahabat-sahabatku hanya tersenyum padaku
sambil berkata “Welcome back, Keke..!!” Ujar Mereka..”
~
Bibi :
Seorang
Pembantu rumah tangga yang baik dan perhatian kepada Keke. Ayah sudah menunggu
di mobil bersama supirnya. Aku berlari menuju bangku belakang.Lalu ayah berkata
padaku,
“Lama
banget sih… Katanya mau latihan dulu sebelum upacara pagi ini! “
“Aduh
ayah.. Maaf, tadi kesiangan sedikit.. “
Lalu
Bibi memberikan roti kepada ayah untuk diberikan padaku
“Ini,
makan roti yang sudah disiapkan Bibi!”
~
Kak Kiki :
Suka
Bercanda dan sedikit jahil kepada Keke.
“Kak
Kiki tidak percaya begitu saja.Saat aku lengah, dia langsung mencopot kacamata
hitamku. Akhirnya semua pun tau. Benar saja dugaanku!! Tawa kakakku meledak dan
ia terlihat senang melihat wajahku. Untungnya ayah langsung melotot ke arah
kakakku dan kak Kiki pun terdiam. Ayah memperhatikan keadaan mataku. Ia sedikit
panik melihat aku bisa tertular penyakit mata karena sejak kecil aku terbilang
jarang sakit.”
~
Angel :
Sombong,norak ,dan suka mengejek sesama temannya.
Sebelum
pertandingan,Angel sempat mendatangi timku.
“Aduh,
kayaknya kalau memang dengan keadaan musuh yang sakit nggak enak juga ya? Tapi
apa boleh buat.. Kita terpaksa harus menang dengan keadaan kayak gini!” Fadha
langsung bangkit. Aku menarik tangannya untuk tidak melayani ejekan Angel.
“Oops. Awas ada yang mau nubruk. Sebaiknya simpan aja tenaganya buat ngalahin kita.. Daa… “ Ucap Angel sambil meninggalkan kami”.
“Oops. Awas ada yang mau nubruk. Sebaiknya simpan aja tenaganya buat ngalahin kita.. Daa… “ Ucap Angel sambil meninggalkan kami”.
~
Dr. Adi Kusuma :
Seorang Dokter yang pertama merawat Keke ketika Keke sakit. Dr.Adi sangat
Baik merawat Keke.
“Jadi, Keke kenapa dok? Kok sakit mata sampe mimisan gitu?”
“Hmm.. Sampai sejauh ini sih saya kira Sinus. Tapi belum tau juga kalau
belum di Ronsen. Sekarang saya tulis resep aja. Kalau bisa sih Keke jangan
sekolah dulu selama proses pengobatan..”
“Iya..” Jawabku singkat.
“Obat ini diminum dulu secara teratur selama 5 hari. Bila tidak ada perubahan,
saya akan buat surat pegantar ke dokter THT (Telinga Hidung
Tenggorokan).” Ujar dokte Adi Kusuma.
~
Prof. Mukhlis
Seorang
Profesor yang ahli dalam bidang kanker. Prof Mukhlis sangat berjuang dalam
mengatasi penyakit kanker Keke.
“Kita
coba lakukan hal yang sama, yaitu dengan proses kemoterapi satu
seri lagi, dilanjutkan dengan Radioterapi dengan
disinar. Jika ini belum berhasil maka akan saya diskusikan dengan teman-teman
saya di Universitas Indonesia. Kita bedoa saja, semoga cara ini berhasil.”
Kalimat pesimis dari Prof Mukhlis.
5. Amanat
Jangan
mudah menyerah menjalani hidup ini, meskipun harus menderita penyakit kanker (Kanker
Rabdomiosarkoma)
“Ayah..Keke udah cukup sabar.Tapi Keke sudah tidak sanggup lagi…!! Keke ingin
menyerah dan lebih baik Keke mati saja..!!”
6. Latar
~
Latar tempat kejadian dalam cerita ini adalah di Kota Jakarta. Tepatnya
dikawasan Green Garden-Jakarta menuju ke pedagang kaki lima.
~
Latar waktu kejadian dalam novel tersebut adalah malam hari.
~
Suasana Kejadian dalam novel tersebut adalah Menyenangkan.
7. Sudut
Pandang
Sebagai
orang pertama yang menceritakan tentang dirinya sendiri.
“Hai
sobat,,kenalkan. Namaku Gita Sesa Wanda Cantika.terlalu panjang ya. Ok! Biar
gampang sebut saja namaku Keke. Aku anak ke-tiga dari tiga bersaudara. Aku
mempunyai dua kakak laki-laki,namanya juga dipersingka saja. Panggil mereka
Chiko yang tampan dan Kiki yang manis.Hehehe…. Jadi diantara keluarga ku, aku
adalah anak perempuan satu-satunya.”
B. Unsur
Ekstrinsik
1. Nilai Agama
Dalam novel ini terkandung nilai
keagamaan yang islami. Dan mengajarkan kepada pembaca bahwa kita harus lebih
banyak bersyukur dan tidak menyombongkan diri.
2. Nilai Moral
Terkandung nilai moral yang baik, yaitu
disaat teman Keke yang yang mengejek dia, Keke tetap diam dan hanya tersenyum
dengan ejekan itu. Dan saat Keke jatuh sakit teman yang mengejek Keke memberi
dukungan kepada Keke untuk tetap bertahan. Dan itu merupakan nilai moral yang
baik untuk para remaja.
3. Nilai Sosial
Saling membantu dan memberi dukungan
kepada kawan dan siapapun yang ada disekitar kita.
4. Nilai Budaya
Terdapat nilai-nilai budaya di Jakarta,
yaitu budaya anak remaja didaerah Jakarta.
BAB III. SINOPSIS
SURAT KECIL UNTUK TUHAN
Tuhan . . .
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan didunia ini
Tuhan . . .
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan didunia ini
Tuhan
. . .
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku terjadi pada orang lain
Tuhan . . .
Bolehkan aku menulis surat kecil untuk-Mu
Tuhan . . .
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu
Tuhan . . .
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya
Tuhan . . .
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya
Tuhan . . .
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bias memberikan kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku
Tuhan . . .
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup kepada siapapun yang mengenalku
Tuhan . . .
Surat kecilku ini
Adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali . . .
Ke dunia yang Kau berikan padaku
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku terjadi pada orang lain
Tuhan . . .
Bolehkan aku menulis surat kecil untuk-Mu
Tuhan . . .
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu
Tuhan . . .
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya
Tuhan . . .
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya
Tuhan . . .
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bias memberikan kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku
Tuhan . . .
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup kepada siapapun yang mengenalku
Tuhan . . .
Surat kecilku ini
Adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali . . .
Ke dunia yang Kau berikan padaku
Itulah
untaian kata yang tertera dalam surat kecilnya kepada Tuhan. Agnes Davonar,
yang lebih dikenal sebagai cerpenis online mendapat kesempatan untuk menuangkan
kisah nyata gadis kecil ini dalam sebentuk karya sastra.
Novel
ini menceritakan tentang perjuangan gadis remaja dalam melawan kanker ganas,
Rabdomiosarkoma (kanker Jaringan Lunak). Dialah Gita Sessa Wanda Cantika, kita
mengenalnya sebagai mantan artis cilik era 1998. gadis kecil inilah tokoh utama
dalam novel Surat Kecil Untuk Tuhan yang divonis menderita kanker ganas dan
diprediksi hidupnya hanya tinggal 5 hari lagi. Kanker jaringan lunak itu
menggerogoti bagian wajahnya sehingga terlihat buruk menjadi seperti monster.
Walau dalam keadaan sulit, Keke terus berjuang untuk tetap hidup dan tetap bersekolah
layaknya gadis normal lainnya.
Orang
tuanya berat mengambil keputusan, bagaimanapun juga sebagai orang tuanya,
mereka tidak tega melihat separuh wajah putrinya harus hilang karena operasi.
Maka, ayah berserta keluarga merahasiakan kanker itu pada Keke, panggilan gadis
remaja aktif dengan sejuta prestasi model dan tarik suara.
Namun
akhirnya Keke tau bahwa ia terserang kanker ganas, ia pasrah dan tidak marah
pada siapapun yang merahasiakan penyakit maut itu padanya. Ia memberikan senyum
kepada siapapun dan menunjukkan perjuangannya bahwa dengan kanker diwajahnya ia
masih mampu berprestasi dan hidup normal di bangku sekolah. Tuhan menunjukkan
kebesaran hati dengan memberikan nafas panjang padanya untuk lepas dari kanker
itu sesaat
Sang
Ayah, Joddy Tri Aprianto tidak menyerah. Ia terus berjuang agar sang putri
kesayangannya itu dapat terlepas dari vonis kematiannya. Perjuangan sang ayah
dalam menyelamatkan putrinya tersebut begitu mengharukan. Ayahnya berusaha
untuk mencari pengobatan alternatif dan berkeliling ke seluruh Indonesia, tapi
hasilnya nihil. Mau tak mau ayahnya kembali ke ilmu medis dan menurut dokter,
ada satu cara lain yang bisa membunuh kanker itu, kemoterapi.
Perjuangan
Keke melawan kanker membuahkan hasil. Dengan segala upaya orang tuanya, Gita
mendapatkan kesempatan untuk sembuh setelah bertahan selama 6 bulan melalui
kemotrapi untuk membunuh sel-sel kanker yang menggerogoti tubuhnya. Sekali
Kemotrapi, mampu merontokkan semua rambut yang ada di tubuhnya, dan tubuh kecil
Gita harus menjalaninya hingga 25 kali untuk bisa sembuh.
Kebesaran
Tuhan membuatnya dapat bersama dengan keluarga serta sahabat yang ia cintai
lebih lama. Kasus kanker ganas yang diidap oleh Gita menjadi kasus pertama yang
terjadi di Indonesia dan menjadi sebuah perdebatan di kalangan kedokteran
karena kanker tersebut biasa hanya terjadi pada orang tua. Keberhasilan Dokter
Indonesia menyembuhkan kasus kanker tersebut menjadi prestasi yang membanggakan
sekaligus membuat semua Dokter di Dunia bertanya-tanya.
Namun
kanker itu kembali setelah sebuah pesta kebahagiaan sesaat, Keke sadar nafasnya
di dunia ini semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia bersyukur
mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernafas lebih lama dari vonis 5 hari
bertahan hingga 3 tahun lamanya.
Kanker itu datang lagi, namun kali ini
dengan lokasi berbeda, di pelipis mata sebelah kanan. Kali ini, ayahnya mencoba
cara yang pertama, berharap bisa membunuh kanker nakal itu. Kemoterapi pun
dilakukan lagi, seluruh rambut Keke rontok tak bersisa. Tapi sepertinya kanker
itu mulai kebal dengan bahan kimia. kanker itu tetap duduk manis di pelipis
kanan Keke.
Akhirnya
ayahnya mencoba pengobatan ke Singapura, disana dokterpun menyarankan untuk
operasi. karena desperdo, mereka pun kembali ke Indonesia dengan kondisi Keke
yang semakin parah, Kenker itu mulai menyebar ke seluruh tubuh, ke paru-paru,
Jantung dan organ-organ lain. satu hal yang membuat aku terharu, dengan kondisi
yang begitu parah, semangat belajar Keke sangat tinggi, dia tetap keukeuh untuk
sekolah. bahkan disaat tangan dan kakinya sudah tak mampu lagi digerakkan.
Waktupun
berlalu dan kondisi Keke tak juga membaik hingga akhirnya dia harus rawat inap
lagi di RSCM dan mengalami koma selama tiga hari. Dalam massa opname itu ada
berita yang begitu membanggakan baik untuk Keke dan keluarganya bahwa Allah
memang memberikan cobaan sesuai kemampuan hambaNya. Keke membuktikan semua
itu.”Keke menjadi juara tiga di kelasnya dalam ujian akhir sekolah.”
Lalu,
dokter menyerah terhadap kankernya, di nafasnya terakhir ia menuliskan sebuah
surat kecil kepada Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja
Indonesia yang berharap tidak ada air mata lagi di dunia ini terjadi padanya,
terjadi pada siapapun.
Nafasnya
telah berakhir 25 desember 2006 tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan
idul fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya, namun kisahnya
menjadi abadi.
BAB IV. KESIMPULAN
Unsur-unsur
yang telah dipaparkan pada bab pembahasan memberikan kesimpulan atas penelitian
terhadap kepopuleran novel Surat Kecil Untuk Tuhan dengan pendekatan reader
response ini. Terdapat tiga unsur yang merupakan hasil dari penelitian ini.
Pembaca dalam hal ini adalah pembaca di Indonesia ternyata menyukai atau
memiliki minat atau hasrat terhadap karya sastra khususnya Surat Kecil Untuk
Tuhan karena diangkat dari kisah nyata. Unsur “kisah nyata” ini mampu membuat
pembaca penasaran terhadap novel tersebut. Kedua, novel tersebut memiliki
cerita yang dekat dengan kenyataan dan secara tidak langsung pembaca seolah
terbawa ke alur yang ada dalam novel tersebut. Kisah yang bersifat haru dan
mengundang kesedihan dan membuat sebagian besar pembaca menitikkan air mata
(dramatik) menjadi cerita yang disukai pembaca di Indonesia. Dan ketiga, cerita
tersebut dituliskan oleh seorang penulis muda yang cukup ternama di media
internet sehingga memberikan ruang kepada pembaca yang sebagian besar adalah
perempuan dan kalangan remaja ini mendapatkan informasi adanya novel seperti
Surat Kecil Untuk Tuhan, secara tidak langsung hal ini turut menjadikan novel
tersebut populer di Indonesia.
BIOGRAFI PENGARANG
Agnes
Davonar adalah seorang fenomenal dalam dunia sastra Indonesia. Ia memulai
kariernya sebagai seorang penulis amatir di sebuah blog. Kemudian dengan cepat
berkembang menjadi penulis yang mau belajar hingga melahirkan novel online dan
42 cerita pendek yang begitu melekat bagi semua pembaca situs pribadinya.
Tak heran bila sebuah kutipan dari
sebuah portal informasi detik.com mengatakan “bahwa tidak sulit untuk mencari
karya dari seorang Agnes Davonar”. Keunikan sendiri terdapat dalam nama Agnes
Davonar. Agnes berasal dari namanya, sedangkan Davonar diambil dari nama
adiknya. Jadi mereka adalah dua saudara yang bersatu dalam sebuah karya.
Agnes lahir di Jakarta 8 Oktober
sedangkan Davonar lahir di Jakarta, 7 Agustus. Merka adalah dua saudara yang
besar dalam lingkungan seni. Ayahnya adalah seorang pelukis kaligrafi Cina
sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang tangguh. Mereka berdua
membentuk sebuah blog dengan situs http://lieagneshendra.blogs.friendster.com.
Agnes bekerja sebagai karyawan swasta
dan Davonar berkuliah di Universitas sastra Jepang Bina Nusantara.
Keduanya memiliki hobby yang sama yakni
menyukai olahraga. Tapi kelihaian menulis tekah mengantarkan keduanya sebagai
penulis muda berbakat dalam jajaran sastra Indonesia. Agnes Davonar menyebutnya
sebagai Novelis dan Cerpenis online.
Karena ketulusan dan kedisiplinan dalam
berkarya sebuah situs peringkat Blog Topseratus.com menempatkan Blognya sebagai
peringkat pertama dari 100 blog terbaik di Indonesia. Sangat mencengangkan,
sebuah Blog sastra mengalahkan Blog dan situs internet yang pada umumnya lebih
memfokuskan pada music ataupun tips-tips mencari uang marketing melalui
internet.
Surat kecil untuk Tuhan adalah kisah
nyata yang pertama mereka tulis dan sempat dipublikasikan di blog mereka.
Ribuan air mata berjatuhan ketika kisah ini dibaca, atas permintaan pembacanya
Agnes Davonar pun membuat kisah ini menjadi novel keduanya dan pastinyakisah
ini lebih sempurna dengan ribuan air mata yang siap berjatuhan disetiap bait
perjalanan Keke.
DAFTAR PUSTAKA
Adi, Ida Rochani. 2011. Fiksi Populer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Davonar, Agnes. 2011. Surat Kecil Untuk Tuhan. Jakarta: Inanda Published.
Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada
University Press.
Ratna, Nyoman Kutha. 2005. Sastra dan Cultural Studies: Representasi Fiksi dan
Fakta. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Comments
Post a Comment