LSM dan Wartawan Minta Ketua DPRD Tapteng Mundur
Keterangan Gambar : Komunitas LSM dan Wartawan melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Tapanuli Tengah, Kamis (2/6). (Dok-WT)
WARTATAPANULI.COM, TAPTENG – Puluhan massa yang tergabung dalam komunitas LSM dan Wartawan melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Tapanuli Tengah, Kamis (2/6). Mereka meminta Ketua DPRD Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani mundur dari jabatannya karena dinilai telah melecehkan profesi LSM dan Wartawan atas pernyataannya yang tidak beretika dan arogan.
Aksi unjuk rasa LSM dan Wartawan, merupakan bentuk protes atas pernyataan Bakhtiar Ahmad Sibarani saat menyampaikan kata sambutan di acara pisah sambut Kapolres Tapteng, belum lama ini.
Selain meminta mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPRD, mereka juga menuntut Bakhtiar Ahmad Sibarani meminta maaf kepada LSM dan Wartawan secara terbuka di depan umum, atas pernyataan yang dianggap telah melecehkan profesi LSM dan Wartawan.
“Kami meminta Bakhtiar Ahmad Sibarani mundur dari jabatannya Ketua DPRD Tapteng, karena kami menilai Bakhtiar Sibarani arogan dan tidak beretika, baik etika bersikap dan berbicara, terkesan tidak mencerminkan seorang pemimpin yang baik. Dan kami juga menilai berdasarkan beberapa fakta-fakta bahwa Baktiar tidak layak menjadi pemimpin di DPRD, lembaga yang sangat kami hormati,” orasi Irwansyah Daulay, yang menjadi Koordinator Massa.
Pengunjuk rasa juga meminta agar Bakhtiar Ahmad Sibarani, tidak intervensi kinerja LSM, wartawan dan penegak hukum dalam menjalankan tugas, pokok dan fungsinya, terkait dengan kasus-kasus dugaan korupsi di SKPD Pemkab Tapteng.
“Urus dapurmu, jangan urus dapur kami. Jangan melampaui kewenangan dan tupoksi yang anda miliki sebagai Anggota DPRD yaitu legislasi, penganggaran dan pengawasan,” teriak Herbet Roberto Sitohang dalam orasinya.
Aksi bakar ban sebagai ungkapan kemarahan LSM dan Wartawan.
Pengunjuk rasa meminta Badan Kehormatan Dewan DPRD Tapteng, memanggil, memeriksa dan memberikan sanksi kepada Bakhtiar Ahmad Sibarani, yang diduga telah melanggar kode etik dan menyalahgunakan kewenangannya sebagai Ketua DPRD Tapteng, yaitu diduga melakukan penghinaan terhadap profesi LSM dan Wartawan. Kemudian, diduga menerima suap dari oknum Kadis Kelautan dan Perikanan Tapteng Aliamsah Sitompul, untuk tidak menyampaikan laporan kasus dugaan korupsi di Dinas Kelautan dan Perikanan kepada penegak hukum sesuai dengan yang telah rekomendasi Pansus DPRD Tapteng.
“Kami juga meminta KPK agar kembali melanjutkan proses penyelidikan dan penyidikan, atas dugaan keterlibatan Baktiar Ahmad Sibarani dalam kasus suap mantan Ketua MK Akil Mukhtar dalam perkara Pemilukada Tapteng. Dan jika KPK sudah menemukan bukti-bukti, segera tangkap dan penjarakan Baktiar Sibarani,” teriak Rizal.
Rijal Z saat berorasi.
Inilah pernyataan Bakhtiar Ahmad Sibarani, yang membuat tersinggung sejumlah LSM dan Wartawan yang hadir di acara pisah sambut Kapolres Tapteng.
“Saya pesankan kepada saudara-saudara kita yang ada disini, khususnya LSM, Wartawan dan kita semua, tolong jangan tambah tugas dari kepolisian. Jangan sikit-sikit melapor. Sikit-sikit SMS Kapolres, Pak anggota bapak begini, begini, capeklah. Diskusilah, komunikasilah yang baik. Jangan sikit-sikit SMS ke Polda, ke Mabes Polri, itu membuat Komnas HAM, ntah apa-apalah. Itu membuat suasana tidak kondusif,”
“Kadang-kadang ada juga organisasi di Sibolga-Tapteng ini bang (Kapolres Tapteng yang baru, AKBP Hari Setyo Budi), ROSITA, Raja Olah Sibolga-Tapteng. Jangan terpengaruh abang. Tapi pesan khusus kami ini bang. Silahkan dicatat, saya tidak ada persoalan, saya sangat bermohon abanganda. - Saya tidak katakan abang menegakkan yang salah, tidak. - Tapi SKPD kami ini, ada Sekda dan jajaran, ada Kepala Dinas, Camat dan Stakeholder pemerintah yang lain, maupun DPRD. Kami berharap, kami titipkan sama abang. Kalau ada persoalan, kepada pak Kajari juga kami sangat bermohon, jangan gara-gara kebencian orang yang sok sangat mengerti diluar sana, katakanlah LSM ataupun yang lain, menulis selembar surat, SKPD ini dipanggil-panggil bang. Jadi kami sangat berharap ini tidak terjadi bang,”
“Jangan gara-gara selembar surat, dipanggil SKPD. Tapi kami sangat yakin dan sangat percaya di Polres Tapteng tidak seperti itu. Karena Pak Boni tidak seperti itu, kami juga berharap, abang (AKBP Hari Setyo Budi) jangan seperti itu, biar kinerja SKPD ini lancar bang. Saya mewakili Bupati-lah ini bang”. (WT)

Comments
Post a Comment